Sekilas Pandang

Apa yang Anda pikirkan jika melihat orang yang memiliki keterbatasan anggota tubuh dan kemampuan finansial dapat melakukan hal yang Anda sendiri tidak mampu untuk melakukannya? HEBAT. Anda mungkin terheran-heran dan berdecak kagum melihat orang tersebut. Bagaimana bisa? tanya Anda sambil terheran-heran. Mereka membuat Anda berdecak kagum tersebut tidak serta-merta mampu dengan sendirinya.

Mereka berjuang melewati rintangan karena keterbatasannya itu. Mereka melewati proses perjuangan yang panjang. Keterbatasan telah menjadikan mereka harus berusaha lebih keras, tekun dan pantang menyerah serta banyak hal yang telah dikorbankan.

Saya, Anda dan kita semua tidak ada yang mengharapkan untuk memiliki keterbatasan anggota tubuh ataupun finansial. Tidak ada yang mengharapkan kekurangan. Semua mengharapkan kesempurnaan. Namun, setiap orang yang dilahirkan memiliki kekurangan dan keterbatasan, baik secara fisik maupun mental.

Hal yang perlu dilakukan adalah mensyukuri apa yang tuhan anugerahkan kepada kita. Berbuatlah semampu kita, bahkan jika mungkin melebihi batas kemampuan rata-rata. Inilah yang terlihat pada atlet-atlet difabel yang meraih prestasi tinggi melebihi atlet normal lainnya.

Contohnya Jessica Long, seorang atlet paralympic cabang renang. Jessica telah menciptakan 14 rekosr dunia renang untuk kategori wanita cacat fisik. Satu hal yang sangat fantastis adalah pada saat Kejuaraan Renang Dunia tahun 2006 di Afrika Selatan, ia berhasil meraih 9 medali emas. Artinya, ia berhasil menyapu bersih semua nomor di kejuaraan tersebut dan itu dilakukan tanpa kedua kaki.

Contoh lainnya yaitu M. Sabar, seorang pendaki gunung dan pemanjat gedung dengan satu kaki. Ia-lah orang pertama dengan keterbatasan fisik (satu kaki) yang mampu menaklukan puncak Gunung Elbrus yang bersalju di kawasan Kaukasus, Rusia, di dekat perbatasan Rusia dan Georgia berketinggian 5.642 m di atas permukaan laut. Mendaki gunung yang bersalju bukanlah perkara mudah, apalagi didukung oleh cuaca yang ekstrem. Sabar mampu menaklukan dan menancapkan Sang Merah Putih di Puncak Elbrus.

Sebenarnya masih banyak lagi sederet manusia yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi manusia yang luar biasa. Semua itu berkat kehendak Allah SWT.